Nyeri Setelah Olahraga: Normal atau Tanda Cedera?
Merasa pegal atau nyeri setelah olahraga merupakan hal yang cukup umum, terutama setelah mencoba jenis latihan baru, meningkatkan intensitas latihan, atau kembali berolahraga setelah lama berhenti.
Namun, tidak semua rasa nyeri setelah olahraga dapat dianggap sebagai pegal biasa. Pada kondisi tertentu, nyeri dapat berkaitan dengan cedera pada otot, tendon, ligamen, sendi, atau jaringan lainnya.
Lalu, bagaimana membedakan nyeri otot biasa dengan tanda cedera?
Nyeri Otot Setelah Olahraga Bisa Merupakan DOMS
Salah satu penyebab umum rasa pegal setelah olahraga adalah Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS).
DOMS biasanya muncul setelah tubuh mendapatkan aktivitas atau beban latihan yang tidak biasa. Keluhan umumnya mulai terasa beberapa jam setelah olahraga dan dapat menjadi lebih terasa pada hari berikutnya.
Beberapa ciri yang sering ditemukan pada DOMS antara lain:
Otot terasa pegal, kaku, atau sensitif ketika disentuh.
Muncul setelah melakukan latihan yang lebih berat atau berbeda dari biasanya.
Keluhan terasa pada kelompok otot yang sebelumnya banyak digunakan.
Rasa tidak nyaman biasanya berangsur membaik dalam beberapa hari.
DOMS merupakan bagian dari respons tubuh terhadap aktivitas fisik dan umumnya dapat membaik seiring proses pemulihan.
Kapan Nyeri Setelah Olahraga Perlu Dicurigai sebagai Cedera?
Berbeda dengan pegal akibat DOMS, cedera olahraga dapat menimbulkan karakteristik keluhan yang berbeda.
Anda perlu lebih berhati-hati apabila nyeri:
terasa tajam atau sangat kuat;
terpusat pada satu titik tertentu;
muncul secara tiba-tiba saat melakukan gerakan;
disertai bengkak atau memar;
membuat bagian tubuh sulit digerakkan;
menyebabkan kesulitan menopang berat badan;
terus memburuk atau tidak menunjukkan perbaikan.
Sebagai contoh, nyeri tajam pada lutut ketika berlari tentu berbeda dengan rasa pegal pada kedua paha sehari setelah melakukan latihan squat.
DOMS dan Cedera Tidak Selalu Mudah Dibedakan
Lokasi nyeri saja tidak selalu cukup untuk menentukan penyebabnya. Jenis aktivitas, waktu munculnya keluhan, mekanisme terjadinya nyeri, keterbatasan gerak, hingga kondisi jaringan perlu dipertimbangkan.
Karena itu, memaksakan olahraga ketika terdapat nyeri yang belum diketahui penyebabnya dapat berisiko memperburuk keluhan tertentu.
Jika nyeri terasa ringan dan menyerupai pegal setelah latihan, mengurangi intensitas aktivitas sementara dan memberikan waktu pemulihan dapat membantu.
Sebaliknya, jika terdapat nyeri tajam, pembengkakan, keterbatasan gerak, atau keluhan yang menetap, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya.
Peran Fisioterapi pada Nyeri Setelah Olahraga
Fisioterapi dapat membantu melakukan pemeriksaan terhadap fungsi gerak dan keluhan muskuloskeletal setelah aktivitas olahraga.
Pemeriksaan dapat mencakup evaluasi terhadap rentang gerak, kekuatan otot, pola gerakan, fungsi sendi, serta aktivitas yang memicu keluhan. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan program penanganan dan latihan yang sesuai dengan kondisi individu.
Tujuannya bukan hanya membantu mengurangi keluhan, tetapi juga mengembalikan kemampuan tubuh untuk bergerak dan beraktivitas secara bertahap.
Mengalami Nyeri Setelah Olahraga?
Jika Anda mengalami nyeri setelah olahraga dan ragu apakah keluhan tersebut merupakan pegal biasa atau berkaitan dengan cedera, Anda dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
MEND Wellness menyediakan layanan fisioterapi untuk membantu mengevaluasi keluhan dan fungsi gerak setelah aktivitas maupun olahraga.
Jangan terburu-buru kembali ke latihan dengan intensitas penuh apabila tubuh masih menunjukkan keluhan. Penanganan yang sesuai sebaiknya didasarkan pada kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing individu.