Nyeri Otot Boleh Dipijat? Ternyata Tidak Semua Nyeri Sama
Ketika otot terasa pegal atau bagian tubuh tertentu mulai nyeri, salah satu respons yang umum dilakukan adalah memijat area tersebut.
Pijat memang dapat memberikan rasa nyaman pada sebagian orang dan kondisi tertentu. Namun, munculnya rasa nyeri tidak selalu berarti area tersebut harus langsung dipijat.
Nyeri dapat memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Kenapa Tidak Semua Nyeri Sebaiknya Langsung Dipijat?
Nyeri bukanlah satu kondisi atau diagnosis tertentu.
Keluhan dapat muncul setelah aktivitas fisik, peningkatan beban latihan, benturan, cedera pada jaringan, gangguan pada sendi, atau berbagai kondisi lainnya.
Artinya, dua orang yang sama-sama mengeluhkan nyeri pada lutut belum tentu mengalami masalah yang sama.
Memberikan penanganan yang sama kepada setiap keluhan tanpa mengetahui kondisinya dapat membuat pendekatan menjadi kurang tepat.
Apakah Pijat Bisa Membantu Mengurangi Nyeri?
Pada kondisi tertentu, pijat atau terapi manual dapat menjadi salah satu bagian dari penanganan dan dapat memberikan efek nyaman atau membantu mengurangi keluhan untuk sementara.
Namun, respons setiap orang dapat berbeda dan pijat bukan satu-satunya pendekatan yang tersedia.
Dalam fisioterapi, penanganan dapat melibatkan kombinasi beberapa pendekatan, seperti edukasi, pengaturan aktivitas, latihan, peningkatan kekuatan dan mobilitas, serta terapi manual apabila memang sesuai dengan hasil pemeriksaan.
Kapan Sebaiknya Tidak Langsung Dipijat?
Perlu lebih berhati-hati jika nyeri muncul setelah cedera atau benturan dan disertai gejala seperti:
pembengkakan yang cukup jelas;
memar;
nyeri tajam atau berat;
bagian tubuh sulit digerakkan;
kesulitan berdiri atau menopang berat badan;
perubahan bentuk setelah cedera;
atau keluhan yang semakin memburuk.
Pada kondisi seperti ini, prioritasnya adalah mengetahui terlebih dahulu apa yang terjadi dan menentukan penanganan yang sesuai.
Nyeri yang Sama Belum Tentu Memerlukan Terapi yang Sama
Misalnya, rasa tidak nyaman setelah latihan berat tentu memiliki konteks yang berbeda dengan nyeri tajam yang muncul secara tiba-tiba ketika berlari.
Lokasinya bahkan bisa sama, tetapi mekanisme terjadinya keluhan dan jaringan yang terlibat dapat berbeda.
Inilah alasan mengapa pemeriksaan menjadi penting sebelum menentukan pendekatan terapi, terutama pada keluhan yang berat, berulang, atau mengganggu aktivitas.
Apa yang Dilakukan Fisioterapis?
Fisioterapis tidak hanya berfokus pada lokasi yang terasa sakit.
Evaluasi dapat mencakup bagaimana keluhan muncul, aktivitas yang memicunya, rentang gerak, kekuatan otot, kemampuan menerima beban, hingga pola gerakan yang berkaitan dengan keluhan.
Berdasarkan hasil tersebut, fisioterapis dapat menentukan pendekatan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
Jangan Hanya Fokus Menghilangkan Rasa Sakit
Mengurangi rasa nyeri memang penting, tetapi pada banyak kasus tujuan penanganan juga mencakup mengembalikan fungsi dan kemampuan beraktivitas.
Jika keluhan berkaitan dengan aktivitas tertentu, program rehabilitasi dapat diarahkan secara bertahap agar tubuh kembali mampu melakukan aktivitas tersebut.
Jadi, ketika muncul nyeri, pertanyaannya bukan hanya “boleh dipijat atau tidak?”, tetapi juga “apa yang menyebabkan nyeri dan penanganan apa yang sesuai?”
Di MEND Wellness, fisioterapis dapat membantu mengevaluasi kondisi dan fungsi gerak terlebih dahulu sebelum menentukan pendekatan terapi yang sesuai.